It has been more than 3 months running that I've not attended school and it has made me realised how much I miss school. You know, the sense of knowing what to do - sense of familiarity of your surroundings and such? No matter how you dread it you still do it since you've been accustomed to it so there isn't much to dissuade you anyway.
It's funny how freedom is pretty much being coveted after by us and yet when we're served with liberty on a silver platter, no less (sengaja nak melebih-lebih! HAHA) we lose all sense of directions. Ah the little ironies of life! (AUGUST COME QUICK ALREADY! OH BTW I DID A QUIZ ON FBOOK ON WHAT NUS/NTU/SMU FACULTIES I'M BORN FOR AND THE RESULT? NUS FASS!!!! YEAY! :D Eh but I wanna do Sains Hayat/Life Sciences also! Grrr!)
I think quirky classmates add the fun factor in a class, don't you think so? (Of course there are some exceptions.)
This reminds me of a certain classmate I had in high-school. I pretty much miss her antics... Right, Irna? *kening naik-naik*
Another note on jerit perih dalam melalui perjalanan yang kita namakan kehidupan...
Eh kadangkala serik rasanya nak menolong orang yang tak mengenang budi... Seperti mencurahkan air di daun keladi (terima kasih Nadya yang telah mencarikan peribahasa ini hahaha)/ hujan jatuh di pasir... Tapi takpalah, Ustazah saya cakap kita mesti ikhlas menolong orang, tak baik ungkit-ungkit...
Tapi ada orang yang susah memahami dan susah untuk difahami. Ye lah, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Macam mana nak maju gitu? Bila nak game gini? (CEH!) I'm a firm believer of the peribahasa 'Belakang parang pun jikalau diasah nescaya tajam' tapi kalau dah bodoh sombong, tak akan ke mana. Betul tak? Apa gunanya salahkan orang di sekeliling kalau tuan empunya diri tidak cerminkan diri sendiri? Abah saya kata, terdapat perbezaan antara orang yang berilmu dan orang yang berlagak dia berilmu. Ia terdiri pada pemikirannya serta cara si hamba Allah ni menilaikan keadaan - caranya melihat kehidupan. Kalau sendiri tak tahu nak jaga anak, ada ke patut salahkan orang lain yang telah diupah untuk mendidik anaknya, contohnya, si Nanny (step nak macam stail omputih lah kirakan). Kalau setakat angkuh, setakat ingin mengenakan orang, apa gunanya kan? Diri sendiri tak lah begitu "up", ada hati nak hina orang lain hanya kerana diri sendiri tidak puas hati.
no place like homecoming @ 12:44 AM